KUNJUNGAN SISWA MTs BRAJAN DAN SMPN 1 SEWON BANTUL UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT TEMBI RUMAH BUDAYA


Masa Orientasi Sekolah (MOS) tahun 2009 banyak dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah untuk mengenalkan lingkungan sekitar kepada siswa-siswa barunya. Berbagai obyek wisata yang menunjang pendidikan dan pengetahuan anak, menjadi sasaran bagi sekolah untuk dikunjungi, termasuk museum. Dengan harapan, siswa-siswi baru tersebut tidak asing lagi dan lebih mengenal obyek wisata yang ada di sekitar sekolah. Seperti yang dilakukan oleh sekolah menengah di Bantul, yakni MTs Brajan, Wonokromo, Pleret dan SMPN 1 Sewon, Bantul pada 15 Juli lalu. Kedua sekolah itu dalam rangka MOS, membawa siswa-siswinya berkunjung ke Rumah Budaya Tembi.

Di tempat ini mereka berusaha untuk mengenal lebih dekat fasilitas, program, dan koleksi-koleksi yang dimiliki Tembi Rumah Budaya, termasuk sejarah berdirinya.

Siswa-siswa MTs Brajan yang terletak sekitar 4 km di sebelah timur Tembi Rumah Budaya, itu datang lebih pagi. Tiba di Tembi jam 08.30 WIB. Seperti biasanya, mereka diajak ke pendopo Yudonegaran terlebih dahulu untuk penerimaan kedatangan dan berdialog singkat. Lalu dilanjutkan penjelasan sejarah singkat mulai keberadaan Tembi Rumah Budaya, yang dimulai dari tahun 1995 dengan sengkalan “Wiku Kembar Songsonging Jagad”. Sengkalan itu diwujudkan dalam tulisan Jawa dan ornamen lukisan 2 pendeta dengan payung dan gambar bumi di tengah. Keberadaan sengkalan berada di kuncung pendopo dan hingga saat ini masih bisa dilihat dan dibaca dengan jelas. Ketika awal berdiri, bernama Lembaga Studi Jawa. Baru tahun 2000 berganti nama menjadi Tembi Rumah Budaya.

Pelajar MTs Brajan yang berjumlah 45 orang ini kemudian juga diberi informasi tentang program-program yang dikerjakan di Tembi Rumah Budaya, seperti dokumentasi budaya (termasuk museum), pentas seni budaya tradisional, pameran, publikasi internet, kursus-kursus, termasuk adanya fasilitas baru berupa penginapan dan warung dhahar. Setelah dianggap cukup, mereka diajak berkeliling melihat-lihat koleksi berupa benda etnografi, foto iklan kuno, rumah kuno, belik, perpustakaan, dan sebagainya.

Menjelang pukul 10.00 WIB, rombongan dari siswa-siswi SMPN 1 Sewon mulai berdatangan. Mereka juga ingin mengetahui lebih dekat kegiatan yang ada di Tembi Rumah Budaya. Rombongan pelajar yang berjumlah sekitar 215 anak yang disertai para guru dan pengurus OSIS ini datang dengan berjalan kaki menyusuri sawah sekitar sekolah menuju Tembi Rumah Budaya.

Seperti pada rombongan awal, mereka juga diterima di pendopo Yudonegaran untuk pengenalan dan informasi sejarah berdirinya Tembi Rumah Budaya sebagai pusat informasi budaya Jawa. Setengah jam lebih, mereka diberi penjelasan mengenai seputar kegiatan Tembi Rumah Budaya, termasuk kegiatan kerjasama dengan instansi lain, seperti pementasan ketoprak, wayang kulit, musik klasik dan lain sebagainya. Setelah dianggap cukup, mereka juga diajak berkeliling melihat-lihat potensi yang ada di tempat ini. Awalnya, mereka juga dikenalkan dengan sengkalan “Wiku Kembang Songsosing Jagad” yang berada di kunjung pendopo Yudanegaran. Setelah itu berkeliling melihat-lihat koleksi yang dipamerkan di setiap ruangan hingga usai pukul 11.30 WIB.

Banyak pelajaran yang mereka peroleh dengan mengunjungi Tembi Rumah Budaya, di antaranya adalah wawasan tentang budaya lokal, kegiatan kesenian, rumah adat Limasan, Joglo, dan koleksi museum. Harapannya, tentu agar mereka lebih mengenal dan mencintai budaya lokal.

Suwandi, Sartono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s