Lesson Study di SMP 1 Sewon

LESSON STUDY MENGUBAH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

DI SMP NEGERI 1 SEWON

Oleh : Rr Ani Prihati Handayani, M.Pd.

”Seringkali kita ingin segera memberi sayap pada kepompong agar segera dapat terbang. Tetapi ternyata kepompong tetap kepompong yang tidak dapat terbang seperi kupu-kupu”. Bagaimana membantu kepompong SMP Negeri 1 Sewon mentransformasi dirinya menjadi kupu-kupu yang dapat terbang tinggi? Silakan baca sekelumit kecil artikel berikut ini.

Saat penulis yang sebagai kepala sekolah diberi kesempatan mengikuti training lesson study di Jepang, banyak hal yang dapat dipelajari, salah satunya tentang semangat dan rasa percaya diri yang sangat besar  dari Profesor Manabusato yang menaruh harapan besar kepada suatu sekolah di Jepang, yang diberi kesempatan menjadi sekolah piloting lesson study. Sekolah tersebut adalah sekolah dengan peringkat terakhir ujian nasional dari 37 sekolah  yang ada di suatu provinsi. Setelah melaksanakan lesson study selama 3 tahun prestasi yang dicapai sangat luar biasa, dari peringkat terakhir UN menjadi peringkat pertama UN. Semangat itulah yang memotivasi  untuk mengimplementasikan lesson study di SMP N 1 Sewon

Ada suatu pepatah,” orang yang berada di puncak gunung dapat melihat dengan jelas yang ada di bawah, sedangkan orang yang ada di bawah tidak dapat melihat yang ada diatas dengan jelas, sampai dia mendakinya”  Kepala sekolah mempunyai kewajiban untuk mengajak seluruh warga sekolah ” mendaki gunung lesson study”. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuat seluruh warga sekolah ”jatuh cinta lesson study”

Kepala sekolah melaksanakan beberapa hal agar seluruh warga tertarik dan jatuh cinta dengan lesson study, antara lain : sosialisasi lesson study ( tentang : pengertian lesson study, tujuan, manfaat, apa dan mengapa lesson study, tata cara penyelenggaraannya, pengalaman lesson study di Jepang dan di sekolah lain, dan tantangan yang dihadapi sekolah), pemodelan oleh guru IPA dan matematika dengan mengadakan open class dan refleksi.

Setelah tahapan pertama selesai, kepala sekolah mengadakan evaluasi bersama seluruh bapak/ibu guru-karyawan SMP N 1 Sewon tentang bisa dilaksanakan tidaknya lesson study di SMP N 1 Sewon. Berlatar belakang bahwa ”peningkatan kualitas sekolah  yang paling berpengaruh ada pada peningkatan kualitas pembelajaran, dan rahasia sukses meningkatkan kualitas pembelajaran adalah lesson study”,  maka keputusan bersama yang diambil adalah SMP N 1 Sewon siap melaksanakan lesson study untuk semua mata pelajaran. Langkah selanjutnya adalah bersama-sama membuat analisis kebutuhan,  memberikan pembekalan rasa percaya diri kepada guru dan siswa,  sosialisasi berbagai macam metode pembelajaran,  dan pemberian beberapa ilmu yang dibutuhkan. Selanjutnya diadakan pembentukan tim LSBS (lesson study berbasis sekolah), pembuatan program kerja termasuk  pembuatan jadwal open class. Open class dilaksanakan dimulai dari guru senior, dilanjutkan guru yang ditentukan oleh MGMPS masing-masing, dan terakhir dilakukan oleh semua guru mata pelajaran.

Lesson study yang telah dilaksanakan sebanyak 51 kali, dilakukan dalam 3 tahap, yaitu plan, do, dan see yang berkelanjutan. Tahap plan dilaksanakan pada hari MGMP, bertujuan unuk tmerancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa dan berpusat pada siswa. Guru berkolaborasi merancang RPP, metode pembelajaran, media pembelajaran metode evaluasi, LKS, lembar observasi, denah tempat duduk siswa, pembagian kelompok, dan antisipasi terhadap permasalahan  yang akan dihadapi.

Pada tahap do, guru melaksanakan open class sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan menerapkan RPP yang telah dirancang. Ada  beberapa observer yang mengamati proses pembelajaran, dan fokus pengamatan yang dilakukan adalah ” bagaimana siswa belajar”. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di SMP N 1 Sewon, diawali dengan kegiatan individu termasuk tugas individu, jika ada siswa yang merasa kesulitan, secara otomatis akan beralih ketugas kelompok, siswa akan bertanya di kelompoknya, sehingga terjadi diskusi kelompok yang dilanjutkan diskusi kelas untuk menyamakan persepsi terhadap materi, selanjutnya akan diberi latihan ( baik kelompok maupun individu), mengambil kesimpulan secara bersama-sama, dan merangkum materi.

Pada tahap see dipimpin seorang moderator, melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran, yaitu dengan mendiskusikan hasil pengamatan pembelajaran. Kesempatan pertama diberikan kepada guru yang melaksanakan open class untuk menyampaikan kesan-kesan, perasaan, kendala, antisipasi terhadap hambatan yang dihadapi , pencapaian tujuan, dan sebagainya. Selanjutnya observer diminta menyampaikan komentar, masukan, solusi dari permasalahan yang terjadi selama pembelajaran,  dan guru memberi tanggapan. Selanjtnya kepala sekolah memberi banyak tanggapan dan masukan, terakhir tenaga ahli dosen dari UNY bapak Edy Prayitno dan bapak  Edy Istiyono merangkum dan menyimpulkan. Tahap refleksi sangat penting, karena di tahap ini semua guru akan mendapatkan banyak pengetahuan yang akan diimplementasikan di kegiatan pembelajaran selanjutnya di kelas masing-masing. Sehingga dapat dikatakan bahwa lesson study adalah inovasi tiada henti.

Peran kepala sekolah sangat menentukan terhadap perencanaan, pelaksanaan, hasil, dan tindak lanjut kegiatan lesson study, karena kunci keberhasilan yang pertama adalah kesediaan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola komunitas pembelajaran, memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada, mengefektifkan komunikasi antar pribadi, pertukaran ide, dan kolaborasi  bersama, mendukung seluruh stap untuk berpartisipasi dan berkomitmen, mengajak seluruh warga untuk dapat belajar dari permasalahan dan selalu berpikir positif, menciptakan keterbukaan, juga mengupayakan pendanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan lesson study dan tindak lanjutnya. Kepala sekolah berupaya untuk selalu hadir dalam kegiatan plan, do, dan see. Di SMP N 1 Sewon dari 51 kali kegiatan open class, sebanyak 45 kali kepala sekolah dapat hadir, dan 6 kali tidak dapat hadir karena ada tugas kedinasan yang tidak dapat diwakilkan. Dari 45 kali hadir di kegiatan open class kepala sekolah dapat memberi banyak masukan, saran, juga dapat belajar dari pembelajaran yang dilakukan para guru, sedangkan sebanyak 6 kali kepala sekolah tidak dapat hadir, dampaknya guru model menjadi kecewa. Maka kepada para kepala sekolah, diharapkan jika ada kegiatan open class diupayakan dapat hadir dari awal sampai berakhirnya kegiatan refleksi, agar semua guru tetap semangat melaksanakan kegiatan lesson study.

Yang telah diraih melalui lesson study adalah terjadinya perubahan dalam kelas, antara lain: kegiatan di kelas lebih menyenangkan, terjadi peningkatan efektivitas pembelajaran, terjadi peningkatan penguasaan konsep, peningkatan keragaman strategi motivasi terhadap siswa, lingkungan belajar menjadi lebih baik, terjadi peningkatan efektivitas penggunaan media pembelajaran, dan pengamatan terhadap aktifitas siswa lebih cermat.

Perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran, antara lain adanya perubahan dari pembelajaran konvensional, tempat duduk berderet, tidak ada observer, menjadi pembelajaran yang lebih bermakna, guru menggunakan berbagai metode pembelajaran, tempat duduk diubah dengan setting bentuk U, siswa dapat belajar dengan kelompoknya, diskusi antar siswa lebih hidup. Kalau dahulu seorang guru merasa tidak nyaman ketika disupervisi oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah, sekarang guru akan senang diobservasi oleh siapapun termasuk kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Perubahan yang terjadi pada guru, antara lain: peningkatan kompetensi pedagogic, kompetensi professional, kompetensi social dan kompetensi kepribadian, guru  lebih inovatif, metode pembelajaran lebih bervariasi dan lebih relevan terhadap tingkat kemampuan siswa, guru tidak segan saling berbagi pengalaman dan ide, saling memotivasi dan mendapatkan umpan balik terhadap pembelajaran yang dilaksanakan, adanya kepuasan dan keikhlasan dalam bekerja, dan meningkatnya kualitas serta kuantitas guru dalam melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas).

Perubahan yang terjadi pada siswa antara lain: terjadi peningkatan pemahaman terhadap materi pelajaran, peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran, peningkatan motivasi belajar, peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, relative tidak ada rasa cemas, siswa gembira, berani bertanya, lebih percaya diri, dapat bekerja sama dengan siswa lain dengan kelompoknya atau lintas kelompok, rasa ego berkurang, peningkatan efektivitas hasil belajar, dan adanya kepuasanan dalam  belajar.

Perubahan yang terjadi pada sekolah antara lain: peningkatan nilai ujian yang membanggakan sehingga SMP N 1 Sewon mendapatkan penghargaan dari Bapak Bupati Bantul, peningkatan prestasi  akademik dan non akademik dengan banyaknya kejuaraan yang diraih baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, adanya peningkatan kepercayaan masyarakat dengan meningkatknya animo masyarakat yang mendaftarkan anaknya di SMP N 1 Sewon, meningkatnya kepercayaan dari kolega dengan meningkatnya frekuensi study banding ke SMP N 1 Sewon, dan meningkatnya kepercayaan pemerintah dengan meningkatnya bantuan yang diberikan kepada SMP N 1 Sewon.

Dampak keberhasilan pelaksanaan lesson study di SMP N 1 Sewon adalah dengan meningkatnya frekuensi kunjungan di SMP N 1 Sewon, baik untuk kegiatan diklat TOT( beberapa kali tingkat nasional maupun tingkat provinsi), maupun study banding antara lain dari dalam provinsi maupun luar provinsi. Selain itu beberapa mahasiswa S1 maupun S2 dari berbagai perguruan tinggi baik di Jawa maupun luar Jawa banyak yang melaksanakan penelitian tentang  “lesson study” di SMP N 1 Sewon. Dampak lain adalah kepala sekolah dan beberapa orang guru dipercaya oleh beberapa instansi untuk menjadi nara sumber ataupun sebagai guru pendamping kegiatan lesson study di sekolah lain.

Pelaksanaan lesson study di SMP N 1 Sewon relative lancar, tetapi tidak berarti tanpa kendala. SMP N 1 Sewon dengan 46 orang guru yang masing-masing mengajar 24 jam  dengan 24 rombongan belajar, merupakan SSN Mandiri tanpa bantuan dana dari Pemerintah Pusat, dan tanpa bantuan dana dari dewan sekolah mempunyai kendala antara lain: pengaturan jadwal open class yang menghadirkan observer guru mata pelajaran sejenis agak sulit, dan ruang kelas kurang memadai dari segi keluasannya. Solusi dari kendala yang ada adalah observer tidak harus dari guru mata pelajaran sejenis, guru dari sekolah lain dan orang tua siswa juga diperkenankan menjadi observer, refleksi dilaksanakan langsung setelah kegiatan open class, tidak setelah jam pelajaran terakhir sehingga tidak menyiapkan makan siang bagi observer yang melaksanakan refleksi  , ruang open class tidak di ruang kelas tapi di ruang lab IPA yang dapat menampung  30 orang observer dan satu hari hanya ada satu kali kegiatan open class.

Untuk menjaga keberlanjutan pelaksanaan lesson study di SMP N 1 Sewon, ada beberapa hal yang dilakukan, antara lain : adanya tim LSBS yang kompak cerdas, tersedianya fasilitator tiap mata pelajaran, mengadakan open class rutin dengan mengundang guru-guru dari sekolah lain dan orang tua siswa, tetap menjalin kerja sama dengan UNY, menyiapkan dana dan sarana prasarana yang memadai, berkunjung ke sekolah lain dalam kegiatan open class, serta memanfaatkan lesson study untuk kegiatan penelitian tindakan kelas bagi bapak dan ibu guru.

Yang harus selalu diperjuangkan untuk ditingkatkan oleh seluruh warga sekolah adalah optimisme, optimalisasi potensi siswa, saling asah saling asih saling asuh, saling belajar, menjaga komitmen,  kekompakan, kebersamaan, kerjasama, ketulusan hati dan fikiran. Selain itu semangat belajar, belajar dan belajar terus dipertahankan karena semua telah menyadari bahwa tidak ada pembelajaran yang sempurna yang ada adalah pembelajaran yang semakin hari semakin baik, maka hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Untuk guru pada khususnya, perlu dipertahankan dan ditingkatkan perhatian pada seluruh siswa, mau lebih membuka mata, membuka telinga, membuka hati, agar dapat lebih dapat memahami “apa yang dilakukan siswa, apa yang dipikirkan siswa, apa kesulitan siswa, apa kemauan siswa” dengan harapan apa yang menjadi tujuan lesson study yang salah satunya adalah “memperoleh pemahaman yang lebih tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar dapat tercapai”.

Akhirnya, karena cara terbaik agar guru dapat mengerti apa pelajaran yang baik adalah dengan menyaksikan pembelajaran yang baik, maka mengimplementasikan lesson study di sekolah kita masing-masing merupakan pilihan yang tepat, apalagi lesson study adalah kegiatan yang tidak menghabiskan banyak biaya tetapi memberikan manfaat yang luar biasa.

CURRICULUM VITAE PENULIS

  1. Nama                                            : Rr Ani Prihati Handayani, M.Pd.
  2. Tempat/Tanggal Lahir          : Yogyakarta/22 Februari 1964
  3. NIP                                                : 19640222 198412 2 002
  4. Golongan/Pangkat                 : IV a / Pembina
  5. Masa Kerja                                 : 25 Tahun 10 Bulan
  6. Instansi                                       : SMP Negeri 1 Sewon
  7. Alamat Instansi                       : Jl Parangtritis Km 7 Yogyakarta
  8. Tugas Pokok                              : Guru Matematika
  9. Tugas Tambahan                     : Kepala Sekolah

10.  Nama Suami                                   : Gatot Suteja, SE

11.  Nama Anak                          : Arief Guntur Prabhaswara &

Taufan Gilang Sampoerna

12.  Latar Belakang Pendidikan  :

  1. SD Negeri Bantul III               : Tahun lulus 1975
  2. SMP Negeri 1 Bantul               : Tahun lulus 1979
  3. SMA Negeri 1 Bantul              : Tahun lulus 1982
  4. D2/A2 IKIP N Yogyakarta  : Tahun lulus 1982
  5. D3/A3 UT  Yogyakarta         : Tahun lulus 1997
  6. SI/A4 IKIP Yogyakarta        : Tahun lulus 1998
  7. S2 UNY                                        : Tahun lulus 2004

13. Pelatihan yang telah diikuti :

  1. Diklat Penulis Buku Pelajaran tingkat Nasional tahun 1999
  2. Diklat MGMP Matematika tingkat Kabupaten tahun 1999
  3. RME-based Inservice Education and training for Mathematics Teacher Program tingkat Nasional tahun 2000
  4. Diklat Calon Kepala Sekolah tingkat Propinsi tahun 2001
  5. TOEFL tahun 2002
  6. Workshop How to Learn tingkat Propinsi tahun 2004
  7. Workshop CTL dan Desain Pembelajaran tingkat Kabupaten tahun 2006
  8. Workshop Sistem Penilaian tingkat Kabupaten tahun 2007
  9. Workshop KTSP tingkat Kabupaten tahun 2007
  10. Workshop Manajemen Keuangan Sekolah tingkat Kabupaten tahun 2007
  11. Diklat Lesson Study tingkat Internasional di Jepang tahun 2007
  12. Diklat Komputer tingkat Kabupaten tahun 2007
  13. Diklat MPMBS tingkat Kabupaten tahun 2007
  14. Workshop Bimbingan Teknis Penulisan KTI tingkat Kabupaten 2007
  15. Diklat Character Building tingkat Nasional tahun 2007
  16. Workshop Evaluasi Lesson Study tingkat Kabupaten tahun 2008
  17. Diklat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah tahun 2008
  18. Workshop Motivator Sekolah tahun 2008
  19. Workshop Rintisan Sekolah Bertaraf  Internasional tahun 2009
  20. Diklat Penulisan Karya Ilmiah tahun 2009
  21. Be An Inspiring Teacher Training tahun 2009
  22. Workshop Manajemen Kepala Sekolah  tahun 2009
  23. TOT Kepala Sekolah kerja sama Depdiknas dengan British Council
  24. Diklat Bahasa Inggris Program English for Spesific Purposes di LPIA 08-09
  25. Pelatihan Pemetaan Potensi dan Pengelolaan Layanan Pendidikan Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa tahun 2009
  26. Workshop KTSP tahun 2009

å.       Workshop Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan melalui Temu Alumni British Council, National Institute of Education (NIE) dan Master Trainer bersertifikat Internasional

14.Keikutsertaan dalam forum ilmiah sebagai peserta :

  1. Seminar sehari Peningkatan Profesi Guru
  2. Seminar Matematika Konsep Pembelajaran Geometri Lanjut
  3. Seminar Matematika Epistimologi Pendidikan dalam Pemb Matematika
  4. Seminar Strategi Mendidik Anak di Era Globalisasi
  5. Seminar Reaktualisasi Life Long Education
  6. Seminar Refleksi Pelaksanaan KBK
  7. Seminar Metodologi Penelt dan Penulisan serta Publikasi Karya Ilmiah
  8. Seminar UU Guru, Sertifikasi, dan Uji Kompetensi
  9. Seminar Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  10. Seminar Masa Depan Sertifikasi Guru
  11. Pelatihan Spiritual Quantum Teaching
  12. Konggres Nasional Sekolah Unggul
  13. Seminar Rekonsiliasi Pendidikan
  14. Seminar  Nasional Guru sebagai Motor Penggerak Perbaikan Anak Bangsa

15.Keikutsertaan dalam forum ilmiah sebagai nara sumber / Penyaji :

    1. AMT (Achievement Motivation Training) Siswa SMP 2 Bantul
    2. Pelatihan Lesson Study Guru SMP 2 Kretek Bantul
    3. Diklat Guru Mata Pelajaran Melalui Program Block Grant Kerjasama Dirjen PMTK dengan Yayasan Pend Ekakapti Gunung kidul
    4. Pelatihan Manajemen Sekolah Ke 2 SISTTEMS-JICA Kab Bantul
    5. Diklat Lesson Study Guru-guru SMP di Kabupaten Bantul
    6. Pelatihan Fasilitator MGMP Ke 2 SISTTEMS-JICA Kab Bantul
    7. Workshop Lesson Study MGMP IPS-Ekonomi Gunungkidul
    8. Pelatihan Dosen Pendamping Lesson Study
    9. Diklat MGMP Keterampilan SMP Kab Bantul
    10. Diklat Lesson Study Guru Matematika dan IPA Kab Gunungkidul
    11. Diklat TOT Lesson Study Tingkat Nasional
    12. Diklat TOT Lesson Study Tingkat Provinsi
    13. Program Harmoni
    14. Diklat Guru SMP Kota Banjar Baru Dan Padang Pariyaman
    15. Diklat Lesson Study MGMP Matematika Kota Yogyakarta
    16. Konferensi Nasional Best Practices Kepala Sekolah

16.Penghargaan yang pernah diraih :

  1. Guru Berprestasi di SMP N 2 Bantul tahun 2000
  2. Lulusan terbaik Prodi Manajemen Pendidikan Wisuda Program Pasca Sarjana UNY tahun 2004
  3. Guru Berprestasi di SMP N 2 Bantul tahun 2005
  4. Juara I Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Kabupaten tahun 2008
  5. Juara III Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Provinsi tahun 2008
  6. Pendamping Finalis Lomba Minat dan Budaya Baca Tingkat SMP se Kabupaten Bantul.

17. Organisasi Profesi yang diikuti :

  1. Ketua Forum Komunikasi Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah
  2. Sekretaris KONI Kab Bantul
  3. Bendahara Persatuan Drum Band Indonesia
  4. Bendahara Paguyuban Kepala Sekolah SMP Negeri se Kab Bantul
  5. Bendahara Ikatan Alumni SMP N 1 Bantul
  6. Humas Dewan Sekolah SMP N 1 Bantul
  7. Anggota PGRI
  8. Anggota Koperasi SMP N 1 Sewon

18.Kunjungan ke Luar Negeri :

  1. Jepang
  2. Malaysia
  3. Thailand
  4. Singapura

Download :

Foto-foto kegiatan LSBS_Ani

MANAJEMEN LESSON STUDY 1

BEST PRACTICE 1 SEWON

One thought on “Lesson Study di SMP 1 Sewon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s